Iklan ukuran 728x90

Featured Posts

[Artikel][feat1]

Mengatasi Ketombe Dengan Bahan Alami

November 20, 2018
 Pityriasis Capitis atau yang biasa kita kenal dengan ketombe bisa menyerang siapa saja. Terutama bagi mereka yang tinggal didaerah bersuhu panas dan lembab. Ketombe sendiri merupakan kulit mati yang lepas berlebihan. Sebenarnya terkelupasnya sel-sel kulit mati itu adalah sebuah proses alami. Hanya saja menjadi masalah jika proses tersebut  terjadi secara terus menerus. Biasanya pengelupasa dalam skala besar akan diikuti dengan pemerahan dan iritasi pada kulit kepala. Jika tidak segera diatasi tentunya akan sangat mengganggu baik dari segi kesehatan maupun penampilan.
    Shampo yang beredar dipasaran terkadang tidak mampu mengatasi ketombe pada jenis kulit kepala tertentu. Namun jangan khawatir, karena alam menyediakan bahan-bahan yang mampu mengatasi ketombe. Bahan-bahan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Jeruk Nipis
    Sudah banyak yang tahu jeruk nipis memiliki khasiat mengatasi ketombe. Itu dikarenakan kandungan asam salisilat pada jeruk nipis. Kandungan tersebut mampu menyapu lemak yang berlebih pada permukaan kulit kepala. Caranya sederhana, cukup gosokkan jeruk nipis yang sudah dibelah dua atau usapkan air perasan jeruk nipis ke kulit kepala. Lebih baik jika air perasan tersebut dicampur minyak kelapa. Jika mengenai bagian kulit kepala yang berketombe rasanya memang sedikit perih dan gatal. Diamkan beberapa saat, kira2 10-15 menit, kemudian bilas dengan air dan shampo.
2. Mengkudu
    Bahan alami lainnya adalah mengkudu. Buah yang rasanya pahit ini ternyata mengandung alkaloid triterpenoid yang berguna mengimbangi kelembapan kulit kepala. Selain itu juga bersifat antiseptik dan melembutkan kulit kepala. Caranya, parut mengkudu kemudian tambahkan air. Aduk rata, lalu oleskan pada kulit kepala. Diamkan sampai mengering, lalu bilas dengan air bersih.
3. Pandan
    Daun pandan lazimnya dipakai untuk memasak. Tapi, pandan diketahui mampu mengatasi ketombe. Ambil beberapa helai daun pandan lalu giling hingga halus. agar banyak sari yang keluar, tambahkan air secukupnya, kemudian saring. Gunakan air tersebut untuk membasahi rambut dan kulit kepala. Diamkan selama kurang lebih 30 menit sampai mengering, lalu bilas.
4. Nanas
    Selain mampu melembutkan daging, nanas ternyata juga mampu mengatasi ketombe. Itu karena kandungan zat bromelain-nya yang berkhasiat membuang jaringan kulit mati dan jaringan kulit yang ngga sehat. Parutlah nanas yang benar-benar matang. Kemudian gosokkan pada kulit kepala yang berketombe. Jika anda tahan, diamkan semalaman dan bilas rambut pada pagi hari.
Mengatasi Ketombe Dengan Bahan Alami Mengatasi Ketombe Dengan Bahan Alami Reviewed by dara chantik on November 20, 2018 Rating: 5

Jenis-Jenis Modal Usaha

September 09, 2018
 Setiap usaha atau bisnis pasti membutuhkan modal. Yang perlu kita pahami adalah mengenali jenis-jenis modal yang kita gunakan dan perlukan. Seperti ditulis pakar perencana keuangan, Safir Senduk di perencanakeuangan.com, pada prinsipnya dalam menjalankan usaha hanya ada tiga jenis modal yang kita keluarkan. Yaitu, modal investasi awal, modal kerja serta modal operasional. Sekarang mari kita mengenal lebih jauh masing-masing modal usaha tersebut.

1. Modal Investasi Awal
        Tidak sedikit orang yang memulai usahanya melupakan modal investasi awal. Padahal tanpa sadar dia mengeluarkan sekian rupiah untuk modal investasi awal. Apa sih yang dimaksud dengan modal investasi awal? seperti namanya, modal jenis ini adalah modal yang kita keluarkan di awal usaha. Penggunaannya sendiri biasa dipakai dalam jangka waktu yang panjang.
        Contoh modal investasi awal adalah ruang kantor, peralatan kantor seperti meja, kursi, komputer, kendaraan, alat tulis kantor dan alat-alat sejenis.
        Jika kita memulai usaha kios pulsa, maka yang menjadi modal investasi awal nya yaitu kios, etalase, ponsel, komputer, dan perabotan usaha lainnya.
        Biasanya modal investasi awal ini cukup besar karena dipakai untuk jangka waktu yang panjang. Namun, perlu disadari nilai modal investasi awal ini kemudian akan menyusut dari tahun ketahun tergantung jenis barangnya sendiri. Oleh karena itu, sekecil apapun nilai barangnya, jika memiliki fungsi menyokong awal usaha hendaknya dihitung dan dikelompokan ke dalam modal investasi awal ini.

    2. Modal Kerja
        Modal kerja sering juga disebut modal produksi. Modal jenis ini termasuk modal yang vital karena ini adalah modal yang kita keluarkan untuk membeli atau memproduksi barang usaha. Penggunaannya bisa dilakukan berkala atau sesuai pesanan yang datang, tergantung jenis usaha yang kita jalani.
        Kembali kita ambil contoh usaha pulsa. Modal kerja ini kita gunakan untuk membeli voucher pulsa yang akan kita jual kembali kepada pelanggan. Terkadang mereka yang akan membuka kios pulsa menambah pemasukannya dengan menjual pernak pernik ponsel seperti aksesoris ponsel, charger, ataupun baterai ponsel. Nah dana yang digunakan untuk belanja barang-barang tersebut lah yang kemudian kita kelompokkan sebagai modal kerja atau modal produksi.
        Contoh mudah lainnya adalah tukang bakso. Untuk bisa berjualan bakso seorang tukang bakso mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli bahan-bahan membuat bakso seperti terigu, daging, bumbu-bumbu, kecap dan sebagainya.
        Intinya, tanpa modal kerja kita tidak akan memiliki barang dagangan untuk kita jual. Oleh karena itu seperti yang kami sampaikan di atas, modal jenis ini adalah modal yang paling vital.

    3. Modal Operasional
        Jenis modal yang terakhir adalah modal operasional. Modal jenis ini adalah pengeluaran yang kita keluarkan untuk penggunaan-penggunaan operasional dalam menjalankan usaha. Bentuknya sekali lagi tergantung jenis usaha yang kita jalani. Contoh yang sederhanan adalah biaya gaji pegawai, biaya telephone bulanan, listrik, air dan transportasi.
        Pos-pos dalam modal operasional ini pada setiap bisnis umumnya hampir sama. ini karena pada prinsipnya, yang dimaksud dengan modal operasional adalah uang yang harus dikeluarkan untuk membayar pos-pos biaya diluar bisnis anda secara langsung. Jadi, modal operasional ini biasanya dibayar secara bulanan.
     
    Jenis-Jenis Modal Usaha Jenis-Jenis Modal Usaha Reviewed by dara chantik on September 09, 2018 Rating: 5

    Macam-macam Tarian Tradisional dari 34 Provinsi di Indonesia (Part 3)

    September 05, 2018


    23.     Provinsi Kalimantan Timur
    Tari Gong



    Tari Gong atau dapat disebut juga Tari Kancet Ledo adalah salah satu tarian Dayak Kalimantan Timur, tepatnya dari suku Dayak Kenyah. Tarian ini ditarikan seorang gadis dengan gong digunakan sebagai alat musik pengiringnya. Tari ini biasanya dipertunjukkan pada saat upacara penyambutan tamu agung atau upacara menyambut kelahiran seorang bayi kepala suku.
    Gerakan dalam Tari Gong mengekspresikan tentang kelembutan seorang wanita. Tari ini mengungkapkan kecantikan, kepandaian dan lemah lembut gerakan tari. Sesuai dengan nama tarinya, tari Gong ditarikan di atas sebuah Gong, diiringi dengan alat musik 
    Tari Gong menceritakan kemolekan seorang gadis yang menari di atas sebuah gong, dimana gadis itu akan diperebutkan oleh 2 orang Pemuda Dayak. Kesederhanaan tari Gong terlihat pada gerak dan musik. Gerak pada tari Gong hanya beberapa segmen tubuh saja yang bergerak, serta bentuk gerakannya diulang- ulang pada saat penari menuju Gong, saat berada di atas Gong dan turun dari Gong. Tari Gong memiliki gerak kaki yang sederhana dalam melangkah dan ayunan tubuh dan tangan yang lemah lembut. Kostum yang digunakan sangat mewah karena terbuat dari manik-manik yang dirangkai menjadi motif – motif binatang seperti motif Kalung Aso (Naga Anjing), pola permainan musik yang mendukung tarian ini datar tidak terjadi pergantian iringan dari awal hingga akhir tari.
    Dilihat dari gerak dan tatapan mata yang dimiliki lembut dan lincah karena disamakan dengan sifat seekor burung, di mana burung mempunyai sifat yang cepat, lembut dan lincah. Bentuk gerak dalam tari Gong ini tergolong sederhana, gerak yang merupakan ekspresi yang menirukan gerak hewan tiruannya seperti burung Enggang. Penari melakukan gerakan-gerakan yang sederhana dan mudah. Dalam gerak yang melambangkan hubungan manusia dengan burung Enggang terlihat dalam gemulai gerak tangan, tubuh dan kaki. Gerak pelan pada tangan mengibaratkan kepak sayap burung Enggang.

    24.     Provinsi Kalimantan Utara
    Tari Radab Rahayu


    Tarian ini awalnya merupakan salah satu tarian yang bersifat ritual bagi masyarakat Banjarmasin. Tarian ini merupakan tarian penolak bala untuk meminta keselamatan dari segala  mara bahaya. Tari Radap Rahayu awalnya hanya di tampilkan dalam acara adat seperti perkawinan, kehamilan, kelahiran dan juga acara kematian. Namun seiring dengan perkembangan tarian ini tidak hanya untuk acara ritual saja, namun juga sebagai hiburan masyarakat.
    Gerakan dalam Tari Radap Rahayu selalu di awali dengan gerakan terbang layang yang menggambarkan bidadari yang turun kayangan langit dan di akhiri dengan gerakan ini lagi yang menggambarkan bidadari kembali ke kayangan. Beberapa teknik gerakan lain diantaranya adalah limbai kibas, dandang mangapak, mendoa (Sesembahan), mambunga, alang manari, lontang penuh, lontang setengah, gagoreh srikandi, mantang, tarbang layang, mendoa, membunga, tapung tawar, puja Bantam, angin tutus. 
    Pada saat pertunjukannya penari menari di balut dengan busana yang di sebut dengan baju layang dengan selendang yang di guganakan untuk menari seakan melukiskan keindahan seorang bidadari. Selain itu penari juga di lengkapi dengan cepu sebagai tempat beras kuning dan bunga rampai di tangan kiri untuk gerakan ritual. Dalam pertunjukannya, penari juga di iringi dengan iringan musik dan nyanyian syair

    25.     Provinsi Sulawesi Utara
    Tari Maengket



    Maengket merupakan tarian rakyat yang berasal dari Minahasa. Maengket dibawakan oleh penari perempuan maupun laki-laki dengan memakai pakaian putih. Tari ini dibawakan oleh penari dalam jumlah banyak, bisa hanya penari perempuan, hanya penari laki-laki atau pun campuran. Tarian ini menggunakan gerak dan irama yang sederhana. Iringan untuk Maengket adalah musik tambur. Seperti halnya di Jawa terdapat tari ledek, tari Maengket bertujuan untuk bersyukur terhadap dewi kesuburan. Maka, Maengket dipentaskan setiap kali panen usai. Namun, seiring perkembangannya tari Maengket tidak hanya menjadi tari usai panen saja, tetapi juga tari untuk menyambut tamu agung. Selain itu, digunakan juga untuk merayakan hari-hari besar. Bahkan, tari Maengket kini menjadi sarana promosi terutama dalam dunia pariwisata. Iringan untuk Maengket pun semakin meriah karena menggunakan tifa, tambur, kolintang dan lagu-lagu dengan lirik khas Minahasa. Karena jumlah penarinya yang banyak, Maengket termasuk dalam kategori tari massal.

    26.     Provinsi Sulawesi Tengah
    Tari Dero


    Tari Dero merupakan tarian yang berasal dari Suku Pamona. Bagi masyarakat Suku Pamona, tarian ini dilakukan sebagai bagian dari pesta adat, upacara adat, pesta panen raya, ungkapan rasa syukur, dan kebahagiaan masyarakat kepada Tuhan atas semua hal yang telah diberikan kepada mereka. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, masyarakat Suku Pamona juga menganggap bahwa tarian Dero merupakan wujud kerukunan dan persahabatan serta sebagai kesempatan untuk mencari pasangan hidup. Tarian ini juga dianggap sebagai pemersatu masyarakat Suku Pamona karena dalam tarian ini semua orang dari berbagai latar belakang baik miskin maupun kaya adalah sama.
    Pada gerakan tarian Dero, semua orang harus saling berpegangan tangan dan bergoyang. Namun, tarian yang sebenarnya tidak saling berpegangan tangan. Tradisi berpegangan tangan sendiri berawal dari zaman penjajahan Jepang sebagai hiburan mereka. Pada awalnya tarian Dero hanya dilakukan di dalam Lobo yang merupakan pusat ibadah masyarakat Suku Pamona sebelum masuk agama Kristen. Mulanya, tarian Dero dilakukan ketika pasukan perang pulang dari Pengayauan (penggal kepala). Hal ini dilakukan karena kepercayaan masyarakat Suku Pamona yaitu apabila terjadi musibah seperti panen gagal atau ada anggota masyarakat yang meninggal, maka mereka harus mencari tengkorak kepala manusia sebagai penolak Bala (pembawa sial), lalu tengkorak yang didapatkan dari hasil Pengayauan diletakan di tengah Lobo, lalu ditarikan oleh masyarakat secara melingkar dengan sebuah gerakan tarian yang disebut Dero

    27.     Provinsi Sulawesi Selatan
    Tari Pakarena


    Tari Pakarena adalah tarian tradisional dari Sulawesi Selatan yang diiringi oleh 2 (dua) kepala drum (gandrang) dan sepasang instrument alat semacam suling (puik-puik). Selain tari pakarena yang selama ini dimainkan oleh maestro tari pakarena Maccoppong Daeng Rannu (alm) di kabupaten Gowa, juga ada jenis tari pakarena lain yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu “Tari Pakarena Gantarang”. Disebut sebagai Tari Pakarena Gantarang karena tarian ini berasal dari sebuah perkampungan yang merupakan pusat kerajaan di Pulau Selayar pada masa lalu yaitu Gantarang Lalang Bata. Tarian yang dimainkan oleh kurang lebih empat orang penari perempuan ini pertama kali ditampilkan pada abad ke 17 tepatnya tahun 1903 saat Pangali Patta Raja dinobatkan sebagai Raja di Gantarang Lalang Bata.
    Tidak ada data yang menyebutkan sejak kapan tarian ini ada dan siapa yang menciptakan Tari Pakarena Gantarang ini namun masyarakat meyakini bahwa Tari Pakarena Gantarang berkaitan dengan kemunculan Tumanurung. Tumanurung merupakan bidadari yang turun dari langit untuk untuk memberikan petunjuk kepada manusia di bumi. Petunjuk yang diberikan tersebut berupa symbol – simbol berupa gerakan kemudian di kenal sebagai Tari Pakarena Gantarang. Hal ini hampir senada dengan apa yang dituturkan oleh salah seorang pemain Tari Pakarena Makassar Munasiah Nadjamuddin. Wanita yang sering disapa Mama Jinne ini mengatakan bahwa Tari Pakarena berawal dari kisah perpisahan penghuni botting langi (Negeri Kayangan) dengan penghuni lino (bumi) zaman dahulu. Sebelum berpisah, botting langi mengajarkan kepada penghuni lino mengenai tata cara hidup, bercocok tanam hingga cara berburu lewat gerakan-gerakan tangan, badan dan kaki. Gerakan inilah yang kemudian menjadi tarian ritual ketika penduduk di bumi menyampaikan rasa syukur pada penghuni langit.
    Tak mengherankan jika gerakan dari tarian ini sangat artistik dan sarat makna, halus bahkan sangat sulit dibedakan satu dengan yang lainnya. Tarian ini terbagi dalam 12 bagian. Setiap gerakan memiliki makna khusus. Posisi duduk, menjadi pertanda awal dan akhir Tarian Pakarena. Gerakan berputar mengikuti arah jarum jam, menunjukkan siklus kehidupan manusia. Sementara gerakan naik turun, tak ubahnya cermin irama kehidupan. Aturan mainnya, seorang penari Pakarena tidak diperkenankan membuka matanya terlalu lebar. Demikian pula dengan gerakan kaki, tidak boleh diangkat terlalu tinggi. Hal ini berlaku sepanjang tarian berlangsung yang memakan waktu sekitar dua jam. Tari Pakarena Gantarang diiringi alat music berupa gendang, kannong-kannong, gong, kancing dan pui-pui. Sedangkan kostum dari penarinya adalah, baju pahang (tenunan tangan), lipa’ sa’be (sarung sutra khas Sulawesi Selatan), dan perhiasan-perhiasan khas Kabupaten Selayar.

    28.     Provinsi Sulawesi Tenggara
    Tari Lulo Alu


    Tari Lulo Alu adalah tarian yang berasal dari TokotuaKabupaten BombanaSulawesi Tenggara. Tarian ini dilaksanakan sebagai salah satu ritual adat Tokotua atas rasa syukur dan terima kasih kepada sang pencipta atas melimpahnya rezki dari hasil panen beras pada masa lalu. Dimana menurut catatan sejarah pada zaman dahulu Tokotua atau Kabaena merupakan bagian dari Kesultanan Buton yang merupakan penghasil beras sebagai pilar penguat Kesultanan Buton pada masa kejayaannya.
    Tarian ini dibawakan 12 penari yang dibagi atas dua peranan. Delapan penari putra memegang alu (Penumbuk Padi) yang menggambarkan pria yang menumbuk padi dan empat orang penari perempuan memegang nyiru sebagai alat penapis gabah, ditambah sapu tangan yang menggambarkan proses penapisan gabah. Pakaian yang digunakan dalam tari tersebut merupakan ciri khas Kabaena dengan pakaian berwarna dasar hitam ditambah warna kekuning-kuningan dan kemerah-kemerahan

    29.     Provinsi Gorontalo
    Tari Dana-dana


    Tari Dana Dana ini biasanya ditampilkan untuk memeriahkan acara penyambutan maupun perayaan hari besar di Gorontalo. Apabila dilihat dari fungsinya, Tari Dana Dana lebih dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur dan bahagia. Namun apabila dilihat dari gerakan para penari, tarian ini bisa dimaknai sebagai tarian pergaulan masyarakat. Selain itu tarian ini juga dimaknai sebagai media penyampaian pesan-pesan yang berhubungan dengan Agama Islam tentunya
    Dalam pertunjukan Tari Dana Dana biasanya diiringi oleh alat musik seperti rebana dan gambus. Irama yang digunakan biasanya cenderung bertempo cepat sesuai dengan gerakan para penari dan penyanyi lagu. Lagu-lagu yang dibawakan biasanya berisi pantun-pantun bertemakan kehidupan dan pesan Agama. Variasi gerakan penari biasanya juga disesuaikan dengan lagu yang mengiringinya agar pesan-pesan yang disampaikan bisa diterima oleh para penonton.

    30.     Provinsi Sulawesi Barat
    Tari pattudu



    Tari Patuddu merupakan tarian yang lebih bersifat tarian penyambutan atau hiburan sehingga sering ditampilkan untuk acara penyambutan tamu terhormat maupun tamu kenegaraan. Tarian ini dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur dan gembira atas kedatangan para tamu. Hal tersebut terlihat dari senyum dan ekspresi para penari saat menari. Selain itu gerakannya yang lemah lembut menggambarkan sifat wanita yang suci dan penuh kasih.
    Dalam pertunjukan Tari Patuddu biasanya diiringi dengan iringan musik tradisional seperti Genderang dan Gong. irama yang dimainkan biasanya berubah-ubah, kadang cepat, kadang juga bertempo lambat. Tempo irama yang dimainkan ini tentunya disesuaikan dengan gerakan para penari sehingga terlihat selaras. Selain bunyi Genderang dan Gong, di beberapa pertunjukan ada pula yang menambahkan alat musik sejenis Kecapi dan Sulingsebagai variasi agar terlihat lebih menarik
    Kostum yang digunakan para penari dalam pertunjukan Tari Patuddu ini biasanya merupakan busana khas Mandar, yaitu kombinasi antara Baju Bodo dan pakaian Toraja. Pada bagian lengan atas biasanya lebih ketat. Sedangkan pada bagian bawah biasanya menggunakan sarung tenun khas Mandar. Untuk bagian rambut penari biasanya digelung dan di beri hiasan seperti bunga, maupun menggunakan tusuk berwarna emas. Kemudian untuk aksesoris, penari menggunakan gelang, anting dan kalung khas Mandar. Dan tidak lupa penari membawa kipas yang digunakan sebagai alat menarinya

    31.     Provinsi Maluku
    Tari Lenso


    Tari Lenso adalah tarian muda-mudi dari daerah Maluku dan Minahasa Sulawesi Utara. Tarian ini biasanya di bawakan secara ramai-ramai bila ada Pesta. Baik Pesta Pernikahan, Panen Cengkeh, Tahun Baru dan kegiatan lainnya. Beberapa sumber menyebutkan, tari lenso berasal dari tanah Maluku. Sedangkan sumber lain menyebut tari ini berasal dari Minahasa.
    Tarian ini juga sekaligus ajang Pencarian jodoh bagi mereka yang masih bujang, di mana ketika lenso atau selendang diterima merupakan tanda cinta diterima. Lenso artinya Saputangan. Istilah Lenso, hanya dipakai oleh masyarakat di daerah Sulawesi Utara dan daerah lain di Indonesia Timur.
    Dalam tarian ini, yang menjadi perantara adalah lenso atau selendang. Selendang inilah yang menjadi isyarat: selendang dibuang berarti lamaran ditolak, sedangkan selendang diterima berarti persetujuan

    32.  Provinsi Maluku Utara
    Tari Perang

    Tari Perang adalah sebuah tarian yang ditarikan oleh seseorang ,dua orang ,atau sekelompok orang dengan maksud menggambarkan semangat dan cara-cara berperang dengan mengunakan tangan kosong atau senjata tradisional.
    Sebuah Tari Perang biasanya tidak dipersembahkan setiap waktu, tetapi pada saat-saat tertentu seperti menyambut tamu penting, upacara mengenang perjuangan nenek moyang, atau sebelum dan sesudah Perang Suku itu sendiri

    33.  Provinsi Papua
    Tari Selamat Datang


    Tari Selamat Datang merupakan salah satu tarian tradisional yang difungsikan untuk menyambut kedatangan para tamu terhormat. Bagi masyarakat disana tarian ini dimaknai sebagai ungkapan rasa hormat dan tanda bahwa tamu tersebut diterima dengan baik oleh masyarakat di sana. Selain itu tarian ini juga dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat dalam menyambut para tamu. Hal tersebut sangat terlihat dari gerakan dan ekspresi para penari yang menari dengan penuh keceriaan serta kebahagiaan.
    kostum yang digunakan dalam pertunjukan Tari Selamat Datang, biasanya merupakan pakaian tradisional yang terbuat dari daun atau akar. Namun pada saat ini banyak juga yang menggantinya dengan pakaian kain sebagai pengembangan agar terlihat menarik. Walaupun begitu, aksesoris yang digunakan masih tetap sama, seperti halnya penutup kepala, kalung, dan gelang, serta lukisan etnik yang mewarnai tubuh mereka. Sehingga nuansa khas Papua masih tetap melekat.

    34.  Provinsi Papua Barat
    Tari Perang Papua


    Tari Perang dulu sering dilakukan oleh masyarakat Papua sebelum mereka menuju medan perang. Namun kini Tari Perang lebih difungsikan sebagai tarian penyambutan maupun tari pertunjukan. Tarian ini dimaknai sebagai penghormatan kepada para pahlawan dan para leluhur yang sudah berjuang serta mempertahankan tanah air mereka. Selain itu apabila dilihat dari segi pertunjukannya, Tari Perang ini juga menggambarkan keberanian, kegagahan dan jiwa kepahlawanan masyarakat Papua.
    Gerakan dalam Tari Perang ini sangat unik, bervariatif dan enerjik. Gerakan dalam Tari Perang biasanya didominasi oleh gerakan tangan memainkan panah. Pada tangan kiri memegang busur panah dan tangan kanan membawa anak panah. Serta gerakan kaki diayunkan ke depan dan gerakan kaki menyilang. Dalam Tari Perang ini biasanya terbagi menjadi beberapa bagian tari, dan setiap bagian tersebut tentu memiliki makna khusus di dalamnya.
    kostum yang digunakan para penari merupakan busana tradisional daerah Papua. Busana tersebut terdiri dari rok yang terbuat dari akar dan daun-daun yang dipasang di pinggang para penari. Kemudian pada bagian kepala, penari menggunakan ikat kepala khas Papua. Sedangkan  untuk aksesoris terdiri dari kalung yang terbuat dari manik-manik serta gelang yang terbuat dari bulu-bulu. Selain itu, badan para penari biasanya dicat atau digambari dengan motif khas Papua


    Macam-macam Tarian Tradisional dari 34 Provinsi di Indonesia (Part 3) Macam-macam Tarian Tradisional dari 34 Provinsi di Indonesia (Part 3) Reviewed by dara chantik on September 05, 2018 Rating: 5

    Mengenal Lebih Jauh Kista Indung Telur

    August 31, 2018
    Kista adalah suatu bentuk tumor yang terdiri dari jaringan epitel dan berisi cairan. Inilah yang membedakan dengan tumor lain yang biasanya berupa benjolan padat.
        Kista dapat tumbuh dalam jaringan atau organ manapun dalam tubuh kita. Tak heran bila dikenal beberapa jenis kista. Namun yang lebih dikenal yaitu kista indung telur.
        Kista indung telur dapat menyerang wanita pada usia produktif, yaitu antara usia pubertas hingga masa menopause. Sayang nya penyakit ini sering kali tidak dapat di deteksi sejak awal karena proses pertumbuhan kista itu sendiri biasanya tanpa gejala. Keberadaanya baru bisa di deteksi jika wanita yang bersangkutan melakukan pemeriksaan rongga panggul.
        Untungnya kista indung telur bisa hilang dengan sendirinya. Selain itu, 95 % kista jenis ini bersifat jinak, dengan kata lain kista ini tidak menyerang jaringan maupun organ-organ dimana ia tumbuh seperti halnya tumor ganas / kanker.
        Kista indung telur terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya sebagai berikut :
    • Kista Folikel
        Kista ini berasal dari sel telur yang tidak sampai berovulasi. Kista jenis ini biasanya berisi cairan jernih dan seringkali mengandung hormon estrogen. Oleh karena itu penderita kista folikel biasanya menderita gangguan siklus menstruasi seperti tidak teratur, sering terlambat bahkan mengalami nyeri saat datang bulan.
    • Kista Korpus Luteum
        Korpus Luteum adalah sisa folikel indung telur setelah ovulasi. Kista ini terdiri dari lapisan berwarna kuning dan cairan berwarna merah kecoklatan. Kista jenis ini dapat menimbulkan gangguan siklus haid dan rasa kembung serta tidak enak pada perut bagian bawah.
    • Kista Dermoid
        Kista ini merupakan gangguan yang dapat timbul pada wanita usia 20 - 30 tahun. Kista dermoid merupakan tumor bawaan yang terdiri dari jaringan yang membentuk sel telur hingga sering dijumpai di indung telur. Umumnya kista jenis ini berisi cairan berminyak , potongan tulang rawan, gigi dan rambut. Pada kista ini dapat menimbulkan nyeri mendadak di perut bagian bawah.
        
        Penanganan kista indung telur tergantung pada kondisi kista itu sendiri. Kalau masih memungkinkan, kista dapat hilang dengan sendiri nya tanpa bantuan obat sama sekali. Seperti contohnya kista folikel yang dapat hilang dalam dua siklus datang bulan. Hanya saja  perlu diperhatikan juga asupan gizi serta tingkat stres penderitanya. Namun jika tiba-tiba penderita mengalami sakit yang amat sangat pada perut bagian bawah disertai mual dan demam, penderita sebaiknya segera dibawa ke dokter karena bisa saja terjadi infeksi.
        Jika ukuran kista semakin membesar dan tidak kunjung hilang, diperlukan tindakan pengangkatan dengan cara operasi. Sebelum tindakan operasi dilakukan perlu dibicarakan terlebih dahulu tentang sejauh mana operasi pengangkatan kista tersebut akan dilakukan. Apakah pengangkatan akan dilakukan dengan indung telur tetap utuh, teriris sebagian atau malah harus diangkat seluruhnya. Hal ini harus dilakukan agar tidak terjadi masalah dikemudian hari. 
        Setelah penderita kista memilih tindakan operasi yang dilakukan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan patologi jaringan untuk menantisipasi apakah kista tersebut termasuk golongan ganas atau apakah akan tumbuh kembali kista pasca dilakukan operasi. karena pada beberapa kasus kista indung telur yang telah di angkat, ternyata dapat muncul kembali. Hal ini dikarenakan siklus datang bulan yang berulang hingga masa menopause.
         Umumnya kista tidak berbahaya dan jarang sekali menjadi ganas, serta dapat timbul dan hilang dengan sendirinya. namun dengan demikian, jika sudah terdeteksi menderita kista harus dilakukan pemeriksaan secara berkala untuk mengetahui perkembangan dari kista tersebut. Apakah membesar, tetap atau bahkan menghilang. 
        Selain itu, bagi wanita yang merasa gejala-gejala seperti sakit yang timbul dan hilang dibagian bawah perut, sakit saat berhubungan seks atau beberapa gangguan datang bulan, tidak ada salahnya jika memeriksakan diri ke dokter dokter kandungan atau melakukan pemeriksaan rongga panggul. 




    Sumber : konsultasi ilmiah dr. Sugito dengan Majalah Ayah Bunda



    Mengenal Lebih Jauh Kista Indung Telur Mengenal Lebih Jauh Kista Indung Telur Reviewed by dara chantik on August 31, 2018 Rating: 5

    Macam-macam Tarian Tradisional dari 34 Provinsi di Indonesia (Part 2)

    August 30, 2018

    12.     Provinsi Jawa Barat
    Tari Jaipong



    Jaipongan terlahir melalui proses kreatif dari tangan dingin H Suanda sekitar tahun 1976 di Karawang, jaipongan merupakan garapan yang menggabungkan beberapa elemen seni tradisi karawang seperti pencak silat, wayang golek, topeng banjet, ketuk tilu dan lain-lain. Jaipongan di karawang pesat pertumbuhannya di mulai tahun 1976, di tandai dengan munculnya rekaman jaipongan SUANDA GROUP dengan instrument sederhana yang terdiri dari gendang, ketuk, kecrek, goong, rebab dan sinden atau juru kawih
    tari Jaipongan boleh disebut sebagai salah satu identitas keseniaan Jawa Barat, hal ini nampak pada beberapa acara-acara penting yang berkenaan dengan tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat, maka disambut dengan pertunjukan tari Jaipongan. Demikian pula dengan misi-misi kesenian ke manca negara senantiasa dilengkapi dengan tari Jaipongan. Tari Jaipongan banyak memengaruhi kesenian-kesenian lain yang ada di masyarakat Jawa Barat, baik pada seni pertunjukan wayang, degung, genjring/terbangan, kacapi jaipong, dan hampir semua pertunjukan rakyat maupun pada musik dangdut modern yang dikolaborasikan dengan Jaipong menjadi kesenian Pong-Dut.Jaipongan yang telah diplopori oleh Mr. Nur & Leni

    13.     Provinsi Jawa Tengah
    Tari Bedhaya Ketawang


    Tari Bedhaya Ketawang (Bahasa JawaTari Bedhoyo Ketawang) adalah sebuah tarian kebesaran yang hanya dipertunjukkan ketika penobatan serta Tingalandalem Jumenengan Sunan Surakarta (upacara peringatan kenaikan tahta raja). Nama Bedhaya Ketawang sendiri berasal dari kata bedhaya yang berarti penari wanita di istana.[1][2] Sedangkan ketawang berarti langit, identik dengan sesuatu yang tinggi, keluhuran, dan kemuliaan.[1] Tari Bedhaya Ketawang menjadi tarian sakral yang suci karena menyangkut Ketuhanan, dimana segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
    Bedhaya Ketawang merupakan suatu tarian yang berfungsi bukan hanya sebagai hiburan, karena tarian ini hanya ditarikan untuk sesuatu yang khusus dan dalam suasana yang sangat resmi. Tari Bedhaya Ketawang menggambarkan hubungan asmara Kangjeng Ratu Kidul dengan raja-raja Mataram. Semuanya diwujudkan dalam gerak-gerik tangan serta seluruh bagian tubuh, cara memegang sondher dan lain sebagainya. Semua kata-kata yang tercantum dalam tembang (lagu) yang mengiringi tarian, menunjukkan gambaran curahan asmara Kangjeng Ratu Kidul kepada sang raja


    14.     Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
    Tari Serimpi


    Tari Serimpi adalah salah satu tarian klasik dari Yogyakarta yang ditarikan beberapa penari wanita cantik dan anggun. Tarian ini menggambarkan kesopanan dan kelemah lembutan, yang di tunjukan dari gerakan yang pelan dan lembut oleh para penarinya. Tari Serimpi ini awalnya juga merupakan tarian yang bersifat sakral dan hanya ditampilkan di lingkungan Keraton Yogyakarta.
    Dalam pertunjukannya, penari menari dengan lemah gemulai dengan gerakan yang sangat pelan  mengikuti iringan Gamelan. Selain itu setiap gerakan dalam tarian ini tentunya mengandung arti khusus. Gerakan dalam Tari Serimpi ini didominasi oleh gerakan tangan, kaki, dan kepala. Dalam pertunjukannya penari menari dengan gerakan yang lembut dengan memainkan selendang yang di ikat di pinggangnya

    15.     Provinsi Jawa Timur
    Tari Remo


    Menurut sejarahnya, tari remo merupakan tari yang khusus dibawakan oleh penari laki – laki. Ini berkaitan dengan lakon yang dibawakan dalam tarian ini. Pertunjukan tari remo umumnya menampilkan kisah pangeran yang berjuang dalam sebuah medan pertempuran. Sehingga sisi kemaskulinan penari sangat dibutuhkan dalam menampilkan tarian ini.
    Berdasarkan perkembangan sejarah tari remo, dulunya tari remo merupakan seni tari yang digunakan sebagai pembuka dalam pertunjukan ludruk. Namun seiring berjalannya waktu, fungsi dari tari remo pun mulai beralih dari pembuka pertunjukan ludruk, menjadi tarian penyambutan tamu, khususnya tamu – tamu kenegaraan
    Terdiri atas ikat kepala merah, baju tanpa kancing yang berwarna hitam dengan gaya kerajaan pada abad ke-18, celana sebatas pertengahan betis yang dikait dengan jarum emas, sarung batik Pesisiran yang menjuntai hingga ke lutut, setagen yang diikat di pinggang, serta keris menyelip di belakang. Penari memakai dua selendang, yang mana satu dipakai di pinggang dan yang lain disematkan di bahu, dengan masing-masing tangan penari memegang masing-masing ujung selendang. Selain itu, terdapat pula gelang kaki berupa kumpulan lonceng yang dilingkarkan di pergelangan kaki.

    16.     Provinsi Banten
    Rampak Bedug



    Kesenian ini awalnya dibuat hanya untuk kepentingan religi saja, yaitu sebagai sarana untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Namun karena kreativitas masyarakat, membuat pertunjukan Rampak Bedug ini menjadi lebih menarik dan dianggap sebagai karya seni yang patut untuk dihargai. Hal tersebut terbukti dengan semakin banyaknya kelompok-kelompok Rampak Bedug yang melestarikan kesenian ini. Selain itu, kesenian Rampak Bedug ini juga tidak hanya di tampilkan untuk menyemarakan bulan suci Ramadhan saja, namun juga berbagai acara lain seperti festival budaya, penyambutan tamu penting, dan acara lainnya
      
    17.     Provinsi Bali
    Tari Pendet



    Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi "ucapan selamat datang", meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Tidak seperti halnya tarian-tarian pertunjukkan yang memerlukan pelatihan intensif, Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus pria dan wanita, dewasa maupun gadis
    Tarian ini diajarkan sekadar dengan mengikuti gerakan dan jarang dilakukan di banjar-banjar. Para gadis muda mengikuti gerakan dari para wanita yang lebih senior yang mengerti tanggung jawab mereka dalam memberikan contoh yang baik.
    Tari putri ini memiliki pola gerak yang lebih dinamis daripada Tari Rejang yang dibawakan secara berkelompok atau berpasangan. Biasanya ditampilkan setelah Tari Rejang di halaman pura dan biasanya menghadap ke arah suci (pelinggih) dengan mengenakan pakaian upacara dan masing-masing penari membawa sangkukendicawan, dan perlengkapan sesajen lainnya

    18.     Nusa Tenggara Barat
    Tari Sere


    Tari Sere pada jaman dahulu merupakan tari klasik Istana Bima. Tari Sere dari Bima Nusa Tenggara Barat ini diciptakan oleh Sultan Abdul Khair Sirajuddin. Tari Sere dari NTB dimainkan oleh dua orang perwira kesultanan, bersenjatakan tombak dan perisai. Dengan wajah perkasa serta keberanian yang membara, dua perwira melompat dan berlari ke segala penjuru, berenjatakan tombak menyerang dan menangkis serangan musuh. Sebagai pancaran menghadapi musuh - musuh Dou Labo Dana (Rakyat dan Negeri). Para penari selalu melakukan gerakan melompat sambil berlari, oleh sebab itu tari ini diberinama mpa'a sere , yang berarti melompat sambil berlari (sere).
    Tari Sere diiringi musik tambu (tambur). Hingga kini, Tari Sere masih tetap eksis, dan selalu digelar/dipertunjukkan pada saat penyambutan tamu-tamu penting pada acara-acara Pemerintah maupun perayaan Hanta UA PUA di Nusa Tenggara Barat.

    19.     Nusa Tenggara Timur
    Tari Gareng Lameng


    Tarian gareng lameng ini sendiri biasanya dipertunjukkan pada upacara khitanan. Dimana pada upacara ini tarian ini sering disertakan didalamnya untuk menambah acara tersebut sehingg menjadi lebih meriah dan berlangsung sangat baik sehingga dapat dinikmati oleh para kalangan masyarakat umum yang ada di NTT tersebut sendiri. Tari ini sendiri berupa ucapan selamat serta memohon berkat dari Tuhan agar yang dikhitan agar selalu sehat lahir batin dan juga dapat sukses dalam hidupnya. Tentu saja orang tua ingin melihat para anaknya mendapatkan kesehatan lahir juga batinnya serta kesuksesan pada hidupnya sendiri.

    20.     Provinsi Kalimantan Barat
    Tari Monong


    Tari Monong ialah salah satu Tarian di Kalimantan Barat yang bertujuan untuk pengobatan penyakit bagi salah satu warga dari Suku Dayak agar memperoleh kesembuhan. Dahulunya, tarian ini dilakukan khusus oleh dukun atau sesepuh yang dituakan di Suku Dayak dengan tari sambil membaca mantra-mantra tertentu. Dalam pelaksanaannya, keluarga dari penderita yang sedang sakit harus hadir dalam prosesi pembacaan mantra tolak bala penyakit tersebut dan mengikutinya. Dengan diiringi beberpa alat musik tradisional, jampi-jampi diiringi tarian sengaja dikukuhkan kepada Sang Pencipta untuk mendapatkan kesembuhan penyakit dari si penderita.
    Tari Monong dilengkapi dengan busana Dayak yang unik dan menarik. Prosesi ritual ini membuat setiap alunan musik, gerakan penari hingga suasananya menjadi beraroma mistis. Keunikan lain dari tari Monong adalah adanya gerakan hentakan kaki  serta gerakan tangan lengkap dengan mantra-mantra menggunakan bahasa suku dayak yang hanya bisa dipahami oleh sesepuh tersebut. Pada umumnya Tari Monong masih sangat dijunjung tinggi dalam beberapa acara adat Bemanang dan Balian. Suasana senyum ramah tamah dalam tarian ini membuat setiap penontonnya larut dalam keadaan seperti keluarga

    21.  Provinsi Kalimantan Tengah
    Tari Tambun dan Bungai


    Tari tambun dan Bungai merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tarian ini mengisahkan kepahlawanan Tambun dan Bungai dalam mengusir musuh yang akan merampas hasil panen dari rakyat.
    Tambun dan Bungai adalah seorang saudara dari ayah mereka yang merupakan adik-kakak. Keduanya memiliki karakter serta sifat yang sama. Mereka juga memiliki watak yang cerdas, peramah, lemah lembut, suka menolong sesama, sedikit menerima banyak memberi, bijaksana, cepat kaki ringan tangan,  dan juga pantang menyerah untuk membela kebenaran.
    Salah satu peristiwa penting yang menjadikan Tambun dan Bungai sebagai pejuang dari Kalimantan Tengah adalah mereka selalu menang didalam pertempuran melawan musuh yang akan merampas tanah dan juga panen masyarakat setempat. Atas perjuangan Tambun dan Bungai, banyak orang yang menciptakan kebudayaan untuk mengenangnya, salah satunya ialah Tarian Tambun dan Bungai.

    22.  Provinsi Kalimantan Selatan
    Tari Baksa Kembang


    Tarian ini dipertunjukkan dengan tujuan untuk menghibur keluarga Keraton dan untuk menyambut kedatangan para tamu agung dari negeri tetangga. pada saat ini fungsi dari tarian ini tak jauh berbeda yaitu untuk menyambut para tamu nasional atau kenegaraan yang berkunjung.dan adpa ppula yang mempertunjukkan tarian ini pada saat pesta keluarga, seperti Pernikahan, Khitanan dan lain sebagainya.
    Adapun aksesoris yang sering digunakan dalam tarian ini atara lain kalau untuk di akai di tangan mereka menyebutnya dengan kembang Bogam yaitu merupakan rangkaian dari berbagai jenis bunga diantaranya bunga mawar, bunga kantil, bunga melati, dan bunga kenanga. Dimana Kembang Boga ini nantinya akan di hadiahkan kepada para tamu kehormatan yang saat itu hadir..
    Tarian baksa Kembang juga memakai Mahkota yang disebut dengan Mahkota Gajah Gemuling yang di tatah oleh Kembang Goyang dengan seuntai Kembang bogam kecil berukuran kecil di atasnya dan dengan seuntai anyaman yang terbuat dari daun kelapa muda yang disebut Halilipan


    Macam-macam Tarian Tradisional dari 34 Provinsi di Indonesia (Part 2) Macam-macam Tarian Tradisional dari 34 Provinsi di Indonesia (Part 2) Reviewed by dara chantik on August 30, 2018 Rating: 5
    Iklan ukuran 728x90
    Powered by Blogger.