Iklan ukuran 728x90

Macam macam Tarian Tradisional dari 34 provinsi di Indonesia (Part 1)


Indonesia Merupakan Negara yang kaya akan budaya, memiliki banyak tarian tradisional dari sabang sampai merauke. Bahkan banyak diantaranya yang terkenal hingga ke Mancanegara.
Umumnya tari tradisional mempunyai pedoman yang luas, nilai historis yang tinggi, dan berpaku pada adaptasi adat dan istiadat lingkungan sekitar. Berdasarkan koreografinya, tari tradisional dibagi menjadi 3 jenis yaitu tari klasik, tari rakyat, dan tari kreasi baru.

A. Pengertian Tari Rakyat (Tari Folklasik)
Tari rakyat adalah macam tari tradisional yang terlahir dari budaya masyarakat lokal, hidup dan berkembang dari zaman primitif, dan diwariskan secara turun temurun hingga sekarang.Tari rakyat atau tari folklasik biasanya memiliki beberapa ciri khas diantaranya kental dengan nuansa sosial, mengantarkan pada adat juga kebiasaan masyarakat, serta mempunyai gerak, kostum, rias dan yang sederhana. Sedikit contoh tari tradisional antara lain tari Lengger, Tayub, Orek-Orek, dan lainnya. Perlu diketahui umumnya tari rakyat sarat dengan nilai-nilai magis.
B. Pengertian Tari Klasik
Pengertian tari klasik adalah tari tradisional yang pertama lahir di lingkungan keraton, berkembang sejak masa feodal, dan diwariskan secara turun temurun pada kalangan bangsawan. Biasanya tari klasik mempunyai beberapa ciri khas diantaranya berpedoman pada aturan tertentu (ada standarisasi), memiliki nilai estetis tinggi juga makna yang dalam. Beberapa contoh tari tradisional klasik antara lain tari bedaya, Srikandi Bisma, srimpi, lawung ageng dan yang lainnya.
C. Pengertian Tari Kreasi Baru
Pengertian tari kreasi baru adalah sebuah tari klasik yang dicampur dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman, namun nilai-nilai yang terkandung dalam tarian itu tetap diperhatikan.Beberapa tari kreasi bisa kita lihat pada karya-karya Sauti dan Bagong Kusudiarjo. Contoh tari kreasi misalnya Tari Roro Ngigel, Kupu-Kupu, Tari Merak, dan yang lainnya.
Lebih lanjut dengan memaknai dan rasa memiliki diharapkan kita mampu lebih menghargai kekayaan budaya khas milik Indonesia yang bisa kita wujudkan dengan belajar menari seperti tari piring, kecak, barong, tari topeng, pendet, saman, gambyong, jaipong, tari sekapur sirih, yapong, serampang dua belas, dan lain sebagainya.


Untuk memberikan kejelasan terhadap materi tersebut, di bawah ini secara terperinci kami sampaikan daftar tari tradisional yang ada di Indonesia yang sangat beragam. Dengan membaca dan menyimak uraian singkat di bawah ini diharapkan kita mampu memahami bahwa keanekaragaman kesenian tari yang ada di Indonesia merupakan bentuk kebesaran serta keanekaragaman kebudayaan nusantara.
Berikut ini akan di uraikan berbagai macam tarian tradisional dari setiap provinsi yang ada di Indonesia


1.     Provinsi Nangroe Aceh Darrusalam
Tari Saman



Tari Saman merupakan tarian tradisional Suku Gayo yang berasal dari Aceh, Tari Saman biasanya ditampilkan oleh masyarakat Suku Gayo saat merayakan peristiwa-peristiwa penting dan besar dalam adat Suku Gayo.
Berdasarkan rujukan dari beberapa sumber buku, awalnya Tari Saman diciptakan oleh seorang ulama bernama Syekh Saman pada abad ke-14 masehi, karena itulah mengapa tarian tradisional khas Suku Gayo tersebut diberi nama Tari Saman hingga saat ini.
Tari Saman merupakan salah satu media dakwah yang menyebarkan agama Islam disana. Kenapa dijadikan media dakwah kala itu? itu dikarenakan tarian ini mencerminkan nilai-nilai keagamaan seperti sopan santun, pendidikan, kebersamaan, kepahlawanan dan kekompakan.
Dalam sejarahnya, Tari Saman dulunya hanya ditampilkan saat ada peristiwa-peristiwa adat saja, tetapi saat ini dengan semakin berkembangnya zaman, Tari Saman biasanya ditampilkan untuk acara-acara bersifat resmi seperti pembukaan festival, menyambut undangan para tamu negara, pesta pernikahan, dan acara-acara lainnya.
Selain tari saman Provinsi Aceh memiliki tarian tradisional lainnya yaitu Tari Rampai, Tari Ratok Duek, Tari Tarek Pukat, Tari Ula-ula lembing, Tari laweut, Tari Likok Pulo, Tari rapa’I Geleng, Tari Seudati, Tari Rabbani Wahed dan Tari Ranup Lam

2.     Provinsi Sumatera Utara
Tari Baluse



Tari Baluse atau tari perang merupakan tarian yang berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara. Baluse sendiri memiliki arti yaitu perisai dan umumnya terbuat dari kayu. Tari Baluse juga umumnya dikenal dengan nama Tari Fataele. Tari Baluse hanya dilakukan oleh sekumpulan laki-laki kuat yang hebat dan gagah perkasa menggunakan peralatan seperti baju perang dengan perpaduan warna merah dan kuning, pedang tologu, baluse (perisai), topi perang atau mahkota, dan tombak atau toho dengan panjang bisa mencapai 2 meter. Tari Baluse sendiri merupakan perwujudan dari ciri dan kebiasaaan masyarakat nias pada zaman dahulu kala. Tari Baluse juga sering dipertunjukkan pada acara besar seperti acara penyambutan dan lain-lain. 
Fungsi dari tari Baluse yaitu  sebagai bagian dari rangkaian ritual adat suku Mentawai. Tari ini biasa diakhiri dengan tradisi loncat batu setinggi 4 meter.
Selain Tari Baluse, tarian tradisional lainnya yang tak kalah terkenalnya yaitu Tari tor tor, tari Gundala, Tari Piso Surit, Tari Endeng-endeng, Tari Baka, Tari Serampang dua belas, Tari Maena, Tari Moyo, Tari Kuda Kepang dll


3.     Provinsi Sumatera Barat
Tari Piring




Pada awalnya, tari ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah. Ritual dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang kemudian diletakkan di dalam piring sembari melangkah dengan gerakan yang dinamis.
Setelah masuknya agama Islam ke Minangkabau, tradisi tari piring tidak lagi digunakan sebagai ritual ucapan rasa syukur kepada dewa-dewa. Akan tetapi, tari tersebut digunakan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat banyak yang ditampilkan pada acara-acara keramaian
Gerakan tari piring pada umumnya adalah meletakkan dua buah piring di atas dua telapak tangan yang kemudian diayun dan diikuti oleh gerakan-gerakan tari yang cepat, dan diselingi dentingan piring atau dentingan dua cincin di jari penari terhadap piring yang dibawanya. Pada akhir tarian, biasanya piring-piring yang dibawakan oleh para penari dilemparkan ke lantai dan kemudian para penari akan menari di atas pecahan-pecahan piring tersebut
Tarian ini diiringi oleh alat musik Talempong dan Saluang. Jumlah penari biasanya berjumlah ganjil yang terdiri dari tiga sampai tujuh orang. Kombinasi musik yang cepat dengan gerak penari yang begitu lincah membuat pesona Tari Piring begitu menakjubkan. Pakaian yang digunakan para penaripun haruslah pakaian yang cerah, dengan nuansa warna merah dan kuning keemasan
Tarian Tradisional Lainnya yaitu Tari Barabah, Tari Gelombang, Tari Indang badinding, Tari Lilin, Tari Paten, Tari Payung, Tari Randai, Tari Tempurung, Tari Rancak Minangkabau




4.     Provinsi Sumatera Selatan
Tari Tanggai


Tari tanggai biasanya dipertontonkan dalam acara pernikahan adat daerah Palembang. Tari tanggai menggambarkan keramahan, dan rasa hormat masyarakat Palembang atas kehadiran sang tamu dan dalam tari ini tersirat sebuah makna ucapan selamat datang dari orang yang mempunyai acara kepada para tamu
 Penari tari Tanggai menggunakan pakaian khas daerah seperti kain songketdodotpendingkalungsanggul malangkembang urat atau ramaitajuk cempakokembang goyang dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga dan kerana tanggai yang dipakai penari, maka tari ini dinamakan tari tanggai.
Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai dengan busana khas daerah sehingga penari kelihatan lebih anggun. Kelenturan gerak dan lentiknya jemari penari menunjukan betapa tulusnya tuan rumah memberikan penghormatan kepada tamu. Perpaduan gerak gemulai penari dengan harmoni lagu pengiring yang berjudul “enam bersaudara” melambangkan keharmonisan hidup masyarakat Palembang
Selain Tarian diatas, ada juga tarian tradisional lainnya seperti Tari Madik, Tari Tenun Songket, Tari Gending Sriwijaya, Tari Pagar Pengantin, Tari Kebagh, Tari Putri Bekhusek

5.     Provinsi Riau
Tari Makan Sirih


Fungsi dari tari Makan Sirih adalah sebagai tari pertunjukan yang dipentaskan pada saat menyambut tamu terhormat atau tamu besar misalnya dari pejabat negara seperti presiden.
Melalui tarian, masyarakat Riau telah menunjukkan kesadaran bahwa manusia saling berhubungan dengan manusia lainnya. Kesadaran sosial tersebut kemudian mampu menumbuhkan komunikasi yang baik, saling menghargai, dan menghormati terhadap sesama manusia
Filosofi pemberian tepak yang berisi sirih ini sangat tinggi. Karena apabila tamu yang diberi sirih tidak mengambil (memakannya) maka dianggap tidak sopan. Bahkan pada zaman kerajaan dahulu, raja akan murka bila sirih tersebut tidak dimakan.

6.     Provinsi Jambi
Tari sekapur Sirih


Tari Sekapur Sirih merupakan tarian selamat datang kepada tamu-tamu besar di Provinsi Jambi, Kepulauan Riau, dan Riau. Keagungan dalam gerak yang lembut dan halus menyatu dengan iringan musik serta syair yang ditujukan bagi para tamu. Menyambut dengan hati yang putih muka yang jernih menunjukkan keramahtamahan bagi tetamu yang dihormati.
Tari ini menggambarkan ungkapan rasa putih hati masyarakat dalam menyambut tamu. Sekapur Sirih biasanya ditarikan oleh 9 orang penari perempuan, dan 3 orang penari laki-laki, 1 orang yang bertugas membawa payung dan 2 orang pengawal. Propetri yang digunakan: cerano/wadah yang berisikan lembaran daun sirih, payung, keris. Pakaian: baju kurung /adat Jambi, iringan musik langgam melayu dengan alat musik yang terdiri dari : biola, gambus, akordion, rebana, gong dan gendang.




7.     Provinsi Bengkulu
Tari Andun



Tari Andun adalah merupakan tari tradisional yang telah dilakukan oleh masyarakat Bengkulu Selatan sejak zaman dahulu. Tari Andun merupakan tari pergaulan sebagai sarana mencari jodoh yang dilakukan oleh pemuda dan pemudi.
Tari Andun pada zaman dulu dilakukan oleh pemuda dan pemudi pada malam hari, pada acara adat / pesta perkawinan. Namun saat ini tari Andun lebih banyak berfungsi sebagai sarana hiburan dan upaya pelestarian kesenian tradisional dari Bengkulu.
Persembahan tari Andun biasanya diiringi oleh musik kolintang yang dimainkan oleh pemain
musik tradisional Bengkulu

8.     Provinsi Lampung
Tari melinting



Fungsi dari tari Melinting adalah sebagai hiburan karena tari Melinting pada awalnya diciptakan oleh Ratu Melinting dan hanya dipentaskan oleh anggota kerajaan seperti putri dan putra ratu Melinting
Tarian melinting ini awalnya difungsikan sebagai tarian yang bersifat sakral dan hanya ditampilkan pada acara gawi adat kerajaan saja. Namun seiring dengan perkembangannya, tarian ini kemudian difungsikan sebagai tarian pertunjukan yang sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan, acara budaya dan acara besar lainnya. Tarian ini dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat atas apa yang mereka dapatkan. Selain itu setiap gerakan dalam Tari Melinting ini tentu memiliki makna dan filosofi tersendiri di dalamnya
Tari Melinting biasanya dibawakan oleh para penari pria dan penari wanita. Untuk jumlah para penari biasanya terdapat 8 penari yang terdiri dari 4 penari pria dan 4 penari wanita. Dengan menggunakan busana adat serta diiringi oleh alunan music pengiring, penari menari dengan gerakannya yang khas dan menggunakan kipas sebagai atribut menarinya

9.     Kepulauan Bangka Belitung
Tari Campak



Tari Campak adalah tarian tradisional dari daerah kepulauan Bangka Belitung yang menggambarkan keceriaan dalam pergaulan remaja di sana. Tarian ini biasanya dibawakan oleh para penari pria dan wanita dengan ekspresi dan gerakan yang menggambarkan kegembiraan.
Kostum yang digunakan oleh para penari Tari Campak ini juga merupakan perpaduan budaya Melayu dan budaya Eropa. Pada kostum penari wanita, penari menggunakan pakaian yang sangat kental akan gaya busana Eropa seperti gaun panjang dan sepatu hak tinggi. Sedangkan kostum penari pria sangat kental akan gaya busana Melayu seperti kemeja, celana panjang, peci, dan selendang

10.  Kepulauan Riau
Tari Zapin


Zapin berasal dari bahasa arab yaitu "Zafn" yang mempunyai arti pergerakan kaki cepat mengikut rentak pukulan. Diperkirakan berasal dari YamanZapin merupakan khazanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh ArabTarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu zapin yang didendangkan.
Musik pengiringnya terdiri atas dua alat yang utama yaitu alat musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marwas. Sebelum tahun 1960, zapin hanya ditarikan oleh penari laki-laki namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari perempuan bahkan penari campuran laki-laki dengan perempuan

11.  Provinsi DKI Jakarta
Tari Topeng.



Kesenian Tari Topeng Betawi mulai tumbuh sekitar abad ke-20. Karena tumbuhnya di daerah pinggiran Jakarta, tak heran jika tari topeng betawi ini dipengaruhi oleh kesenian Sunda. Saat itu masyarakat Betawi mengenal topeng melalui pertunjukan ngamen keliling kampung.
Pada awalnya pementasan atau pertunjukan topeng tidak menggunakan panggung tetapi hanya tanah biasa dengan properti lampu minyak bercabang tiga dan gerobak kostum yang diletakkan ditengah arena. Tahun 1970-an baru dilakukan di atas panggung dengan properti sebuah meja dan dua buah kursi.
Kesenian Topeng Betawi ini terdiri atas Topeng Blantek dan Topeng Jantuk. Pertunjukkan topeng biasanya dimaksudkan sebagai kritik sosial atau untuk menyampaikan nasehat-nasehat tertentu kepada masyarakat lewat banyolan-banyolan yang halus dan lucu, agar tidak dirasakan sebagai suatu ejekan atau sindiran

Macam macam Tarian Tradisional dari 34 provinsi di Indonesia (Part 1) Macam macam Tarian Tradisional dari 34 provinsi di Indonesia (Part 1) Reviewed by dara chantik on August 28, 2018 Rating: 5

No comments:

Iklan ukuran 728x90
Powered by Blogger.